Hal-Hal Yang Harus Dihindari Dari Tafsir Mimpi

Juni 22, 2020

Mimpi dapat membantu kita menjelajahi kehidupan batin kita. Namun, jika mimpi tidak didekati dengan pendekatan yang memadai, maka pesan-pesan bermanfaatnya dapat disalahartikan. Ini bahkan dapat menyebabkan kerugian. Tafsir mimpi telah diimplikasikan sebagai teknik yang dapat menghasilkan penciptaan memori palsu.

Penafsiran yang mengandalkan simbol tetap seperti “ular = ketakutan” terlalu sederhana dan tidak mempertimbangkan ular tertentu yang muncul dalam mimpi, atau perasaan unik si pemimpi tentang ular. Makna mimpi berlapis dan kompleks, dan konteks sangat penting.

Psikolog ingat pernah membahas mimpi yang melibatkan lebah madu di dalam mimpi tersebut. Beberapa dari mereka segera melompat ke gambar madu emas sebelum orang yang membawa mimpi itu sempat memberi tahu kami bahwa si pemimpi alergi terhadap sengatan lebah. Jelas sekali, ini mengubah arti gambar itu.

Mimpi sangatlah misterius dan kemungkinan besar tidak akan pernah bisa dipahami sepenuhnya. Siapapun yang mengatakan sebaliknya mungkin terlalu sombong saat mengatakan itu. Terapis yang merasa siap memberi tahu Anda apa arti mimpi Anda harus dihindari.

Anda sendirilah yang ahli dalam mimpi Anda. Sementara seorang praktisi berpengalaman mungkin dapat memicu cara baru untuk memahami mimpi dengan mengajukan pertanyaan atau berbagi refleksi, si pemimpi adalah penentu terakhir apakah tafsir yang diberikan akurat.

Mimpi Adalah Bahasa Jiwa

Mungkin tidak ada bukti empiris yang mendukung teori bahwa mimpi itu bermakna. Praktisi mimpi sendiri menyatakan bahwa ini adalah asumsi yang perlu dia buat “untuk menemukan keberanian untuk menghadapi mimpi”. Tidak adanya alasan ilmiah untuk menafsirkan mimpi seharusnya tidak menghentikan kita dari rasa ingin tahu tentang mimpi, bertanya-tanya padanya, atau menafsirkannya.

Kita tidak membutuhkan sains untuk memberi tahu kita bahwa mimpi memiliki makna. Kita tahu secara naluriah bahwa mimpi yang indah menyampaikan sesuatu yang sangat penting dan seiring dengan waktu kita bisa memahaminya.

Mimpi adalah bahasa jiwa kita, pikiran bawah sadar kita berbicara kepada kita dalam satu-satunya bahasa yang dimilikinya – yaitu simbol dan gambar.

Ketika kita mendekati mimpi kita dengan rasa ingin tahu, kita mengomunikasikan kepada alam bawah sadar kita bahwa kita menghargainya, dan bahwa kita tertarik untuk mendengarkan apa yang dikatakannya, bahkan jika kita tidak selalu mengerti. Ketertarikan kita pada tafsir mimpi yang kita alami akan dapat memperdalam keterlibatan kita dengan alam bawah sadar kita.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *