Ibnu Sirin, Ulama’ Salaf Ahli Tafsir Mimpi

Mei 18, 2020

Ulama’ Ahli Mimpi Seperti Nabi Yusuf

Dalam Islam, ada seorang ulama’ salaf (ulama’ terdahulu) yang dijuluki mirip dengan Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Beliau adalah Abu Bakar Muhammad bin Sirin rahimahullah. Kemiripan beliau dengan Nabi Yusuf adalah soal keahlian dalam menafsirkan mimpi.

Beliau dikenal sebagai salah satu pelopor takwil mimpi di kalangan umat Islam. Pengetahuannya luas, bijaksana dan ahli dalam tafsir quran dan hadits Nabi.

Beliau dilahirkan di Basrah, pada tahun 33 H atau 653 M saat sayyidina Utsman bin Affan menjabat sebagai khalifah. Beliau meninggal pada usia 77 tahun di tahun 110 H atau bertepatan dengan 729 M.

Ia sezaman dengan ulama’ tersohor asal Basrah, yaitu Hasan al Bashri, ulama’nya penduduk Basrah kala itu.

Ayahnya, yaitu Sirin adalah murid dari sahabat Anas bin Malik dan banyak membantu pekerjaan Anas bin Malik, sahabat Rosulullah.

Ketika beranjak dewasa, Ibnu Sirin juga banyak menggali ilmu keislaman kepada sahabat Nabi yang saat itu masih hidup, diantaranya adalah Abu Hurairah, Zaid bin Tsabit, Anas bin Malik, Ibnu Zubair dan lainnya.

Karya Monumental Tafsir Mimpi Ibnu Sirin

Buku utama yang menjadikan Ibnu Sirin sebagai ulama’ terdepan dalam bidang tafsir adalah tafsir ahlam. Buku ini juga banyak dipelajari di barat sebagai referensi menterjemahkan psikologi mimpi seseorang.

Ia menggabungkan sisi sastra arab dalam menafsirkan mimpi dan juga mengaitkan dengan dalil-dalil yang ada dalam Islam.

Dia adalah seorang yang berani mengatakan sesuatu yang difahaminya sebagai kebenaran. Bahkan beliau juga berani menfsirkan mimpi para pengusa sesuai dengan pengetahuan tentang tafsir mimpinya.

Banyak ulama’ setelahnya menjadikan rujukan tafsir mimpi dari Ibnu Sirin, sebab beliau adalah tabiin, murid langsung dari para sahabat Nabi Muhammad saw.

Sebagai contoh tafsir mimpi Ibnu sirin adalah tafsir tentang pernikahan. Orang yang mimpi dirinya menikahi putri dari seorang syeikh yang tidak dia kenali dalam hidupnya, maka Ibnu Sirin memaknainya dengan kesuksesan atau kebaikan yang banyak.

Kemudian contoh lainnya adalah mimpi menangis. Diterjemahkan oleh Ibnu Sirin sebagai suatu hal yang baik dan menggembirakan. Namun bila menangis itu dengan meratap, marah atau merobek-robek baju maka itu adalah buruk, yang diartikan tentang musibah.

Selain Ibnu Sirin, ada juga Ibnu Qutaibah ulama’ abad 5 H yang mengikuti metodologi tafsir mimpi Ibnu Sirin. Salah satunya saat memberi arti mimpi gigi copot bagian geraham, berarti akan ada suatu musibah pada kerabat jauhnya.

Contoh tafsir mimpi dalam kamus mimpi adalah tentang mimpi menyusu, jika yang menyusu adalah seorang dewasa berarti diartikan sebagai penjara.

Dalam riwayat lain, Ibnu Sirin menyebutkan bahwa tidak ada kebaikan tentang mimpi menyusui atau disusui. Terkadang hal itu diartikan sebagai simbol sakit pada diri seseorang.

 

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *