Kiat Sukses Sebelum Berangkat Haji dan Umroh

September 15, 2019

Perjalanan ke Haji membutuhkan keunggulan fisik, mengingat para jamaah harus menghadapi perbedaan dalam kondisi cuaca yang ekstrem di Tanah Suci, yang kadang-kadang membuat tubuh sulit untuk beradaptasi dan rentan terhadap berbagai penyakit.

Selain itu, kegiatan ibadah yang cukup padat terkadang juga membuat tubuh jamaah lebih mudah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Berikut ini kami berikan Kiat Sukses Sebelum Berangkat Haji dan Umroh yang kami rangkum dari berbagai sumber;

1. Persiapan kesehatan selama musim haji
Secara umum, masalah kesehatan yang terjadi di Tanah Suci adalah kelelahan, pernapasan, pegal dan nyeri, flu, diare, ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) dan lainnya.

Pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti asma, diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan lainnya, Anda harus lebih memperhatikan kesehatan Anda.

Sebenarnya, para jamaah yang pergi tidak perlu khawatir dengan masalah kesehatan mereka. Karena di Arab Saudi, layanan kesehatan tersedia untuk kebutuhan para jamaah. Saat ini, ada fasilitas kesehatan yang tersedia untuk jamaah dari Indonesia, yang terhitung dengan baik. Ada juga beberapa klinik dan rumah sakit di Indonesia.

Ada beberapa jenis vaksin yang kami sarankan agar diambil oleh para jamaah haji sebelum berangkat haji.

Vaksin Meningitis

Salah satu penyakit yang menjadi salah satu momok bagi para jamaah. Meningitis adalah peradangan pada selaput otak. Udara ekstrem di Tanah Suci sangat panas di siang hari dan dingin di malam hari dapat menyebabkan penyakit dengan cepat.

Gejala penyakit ini, tubuh merasakan sakit dan nyeri, mual dan demam. Meningitis juga dapat menyebabkan kematian bagi mereka yang menderitanya.

Untuk mencegah penyakit ini, jamaah harus mendapatkan vaksinasi terhadap meningitis. Ini telah menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh semua jamaah yang akan berangkat. Keberadaan vaksin ini akan melindungi para jamaah haji dari penyakit tersebut.

Vaksin ini harus dilakukan 2-3 minggu sebelum keberangkatan. Jika Anda telah menerima vaksin meningitis, itu harus diperhitungkan apakah sudah 3 tahun atau belum.

Vaksin Influenza Musiman

Meskipun flu kadang-kadang dianggap sebagai penyakit yang ringan, pada beberapa orang itu bisa berbahaya. Selain itu, berbagai jenis flu harus diantisipasi.

Vaksin flu diperlukan untuk seseorang yang memiliki kondisi: asma kronis, gagal jantung kronis, penyakit paru-paru kronis, pasien dengan gangguan metabolisme, obesitas, anak-anak, orang tua dan wanita hamil.

Vaksin pneumonia

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae dan dapat dicegah dengan pemberian vaksin pneumonia. Vaksin ini juga penting untuk peziarah, terutama untuk orang tua di atas 65 tahun, penderita diabetes, asma, ginjal, dan jantung.

Ada dua jenis vaksin pneumokokus, yaitu vaksin konjugat pneumokokus (PVC) dan vaksin polisakarida pneumokokus (PPV).

Baca juga: Haji Furoda, Solusi Haji Tanpa Antri

2. Pemeriksaan kesehatan sebelum beribadah haji
Saat melakukan perjalanan ibadah haji, salah satu yang harus dilakukan agar ibadah haji berjalan dengan lancar, adalah pemeriksaan kesehatan.

Ini telah menjadi Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 tahun 2016 tentang Kesehatan Jemaah Haji. Ada tiga langkah yang harus diambil untuk pemeriksaan kesehatan ini:

  • Tahap pertama. Tahap ini dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan di Puskesmas untuk mendapatkan nomor porsi.
  • Tahap kedua. Tahap ini dilakukan oleh tim perawatan kesehatan kabupaten atau kota Haji di Puskesmas atau Rumah Sakit. Dilakukan ketika pemerintah telah mengeluarkan kepastian kepergian jamaah.
  • Tahap ketiga. Tahap terakhir dilakukan oleh pengiriman Komite Penyelenggara Haji (PPIH) di sektor kesehatan. Tahap ini dilakukan pemeriksaan kesehatan yang akan menentukan apakah jamaah haji atau tidak sesuai dengan peraturan penerbangan internasional.

3. Bawa obat-obatan pribadi

Bagi Jamaah yang memiliki penyakit tertentu, penting untuk membawa obat yang harus dikonsumsi secara teratur. Selain obat untuk penyakit tertentu, Anda juga harus minum obat sederhana seperti diare, sakit kepala, alergi dan vitamin dan suplemen yang diperlukan.

4. Isi Dengan Kegiatan olahraga
Biasakan untuk tetap melakukan latihan ringan untuk tubuh Anda, terutama ketika mempersiapkan perjalanan haji. Karena selama haji Anda membutuhkan kekuatan fisik untuk berjalan. Dengan berolahraga, tubuh Anda akan segar dan sehat. Tubuh Anda dapat berpartisipasi dalam kegiatan ibadah haji tanpa mengeluh.

Jika Anda memerlukan fisioterapi, Anda bisa melakukannya di rumah. Anda juga harus mendapatkan informasi untuk menyewa kursi roda atau persiapan lain yang diperlukan.

5. Bantuan perawat selama haji
Bagi Anda yang ingin berhaji atau umrah, tetapi memiliki kondisi tubuh yang lemah dan membutuhkan bantuan perawat, sekarang menjadi lebih mudah untuk mendapatkan perawat. Layanan perawatan memungkinkan Anda untuk membantu merawat dan mendukung para jamaah yang membutuhkan.

Melihat persiapan yang cukup lama untuk melaksanakan ibadah haji, Anda pasti membutuhkan rencana yang matang. Karena tanpa kondisi tubuh yang optimal, Anda akan mengalami kesulitan selama haji.

Kami berdoa kepada Allah Ta’ala agar Anda yang akan berangkat ibadah haji senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan segala aktivitas ibadah di Tanah Suci. Aamiin, Allahumma Aamiin.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *